Suatu ketika aku termenung sendiri. Bertanya-tanya? Bisakah cinta diukur hanya sebab rutinnya kehadiran seseorang? Diukur dengan sebatas jumlah pertemuan. Sebab terlihat oleh mata.
Lalu, bagaimana dengan ia yang rasanya masih tak sanggup untuk sekadar hadir. Berdiri di sana untuk berusaha tegar. Atas rasa kehilangan yang dirasa terlalu.
Apakah karena sikapnya itu, mereka yang tak tahu tentang isi hati. Menganggap tidak lagi ada cinta? Sedang rindu di hati seseorang siapa yang tahu.
@azurazie_
cinta tidak memandang jarak
BalasHapus